Nama Domain Yang Diperebutkan Tidak Relevan Lagi

Sekarang sedang ramai-ramainya diskusi atau pembicaraan tentang ICANN yang saat ini sedang membuka top-level domain. Google kemudian mengajukan lebih dari 100 nama domain (top level domain).

Nama domain yang cantik tidak sepenting jaman dahulu. Pasalnya orang mengunjungi situs tidak dengan mengingat-ingat nama domain tetapi dengan menggunakan search engine. Jadi sebetulnya nama domain kita apa saja, selama dapat ditemukan oleh search engine, akan oke saja. Tentu saja nama yang ngaco atau susah njlimet tidak baik, tetapi selain dari itu sih tidak perlu khawatir.

Ini sebenarnya sama dengan nama jalan di dalam kehidupan nyata kita. Selama pak pos dapat mengantarkan surat dan paket ke alamat kita dengan cepat dan yang lebih penting, tidak nyasar, kita senang.

Banyak-banyakan nama jalan juga sudah tidak penting lagi. Jadi jumlah domain di sebuah TLD juga tidak terlalu penting lagi.

Banyaknya top level domain yang ada dan yang baru ini bikin susah! Bagi perusahaan, semakin banyak top level domain, semakin bikin susah! Alasannya adalah perusahaan harus mendaftarkan nama perusahaan dan merek terkenal kita di semua domain tersebut. Sebagai contoh, Google / Apple / IBM / … terpaksa mengambil nama-nama itu di domain yang baru. Bagi mereka sih tidak masalah. Bagi pengusaha kecil (UKM), mosok kita harus mendaftarkan nama perusahaan (web) kita ke semua top level domain yang baru itu? Wah ekonomi berbiaya tinggi nih namanya.

One comment

  1. Untuk perusahaan besar, IMHO cukup mengelola satu domain utama untuk menjadi Authority Site, sudah cukup sih.

    Jadi benar, tidak relevan untuk ‘booking‘ semua nama domain untuk tiap TLD 😀

Terima kasih sudah membaca postingan artikel saya, tinggalkan komentar anda berkaitan dengan postingan ini