Lewati Pekan Berat di Motegi, Andi Gilang dan Gerry Salim Terus Berjuang Pimpin Klasemen ATC 2016

Lewati Pekan Berat di Motegi, Andi Gilang dan Gerry Salim Terus Berjuang Pimpin Klasemen ATC 2016

Jakarta – Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT), Andi Farid Izdihar (Andi Gilang) dan Gerry Salim berhasil menuntaskan balapan di Sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang dengan hasil positif. Keduanya terus berjuang meraih posisi pemimpin klasemen sementara dengan raihan poin di Asia Talent Cup (ATC) 2016 seri kelima ini.

Meskipun hanya meraih posisi lima dan enam besar di (ATC) seri kelima ini, namun perbedaan poin dengan pimpinan klasmen sementara saat ini hanya berjarak 18 dan 24 poin. Andi Gilang dan Gerry Salim pun masih berpeluang meraih gelar juara ATC di seri terakhir Malaysia dua minggu mendatang. Saat ini Andi Gilang mengoleksi poin 142 dan Gerry Salim 136 poin.

Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) berhasil memulai seri di Twin Ring Motegi dengan baik. Andi Gilang mampu meraih start di posisi kelima dan Gerry Salim dengan jari tangannya yang patah berhasil meraih posisi ketujuh. Namun sayang, pada balap pertama Andi Gilang dan Gerry Salim justru belum berhasil memaksimalkan peluang. Andi Gilang yang sempat bertarung di posisi tiga besar punharus puas finish di posisi kelima. Sedangkan Gerry Salim di posisi kesepuluh.

Balapan kedua berjalan semakin ketat, senggolan antar pebalap di lintasan pun semakin sering terjadi. Andi Gilang pun sempat bersenggolan dengan riders lain. Kondisi kurang beruntung kembali dialami Andi Gilang. Sempat memimpin balap di awal-awal lap, Andi Gilang pada akhirnya hanya mampu finish di posisi ketujuh dikarenakan temperature mesin yang berubah di pertengahan lap.

“Evaluasi dari race pertama kemarin sebenarnya sudah ada kemajuan terkait aerodynamic. Terbukti sudah memimpin di awal-awal lap, tetapi beberapa lap setelahnya temperature mesin naik dari batasan normal dan performa menjadi tidak maksimal. Saya harus bekerja lebih keras lagi di seri terakhir nanti agar bisa jadi Juara. Terima kasih team dan mekanik,” ujar Andi Gilang.

Lain halnya dengan Gerry Salim. Kendati kondisi tangan belum membaik, semangat juang Gerry Salim tetap tinggi. Dia meyakinkan dokter bahwa dirinya mampu turun balap dan hal ini ditunjukkan dengan kegigihannya pada balapan pertama maupun kedua. Bahkan pada balap kedua, Gerry Salim perlahan mampu masuk dan turut berebut posisi terbaik di grup terdepan. Hasilnya, dengan tangan cidera, dia pun berhasil mengamankan posisi keenam di balap kedua.

“Pada race kedua, saya sudah hampir bisa podium dan fight dengan grup terdepan. Finish dengan hasil poin sudah cukup bagi saya karena awalnya tidak boleh balap oleh team dokter. Saya akan berusaha revocery dengan cepat agar bisa tampil maksimal di seri terakhir, Malaysia. Terima kasih untuk tim dan mekanik yang selalu support.”

GM Marketing Planning & Analysis Division PT Astra Honda Motor (AHM) Agustinus Indraputra mengatakan perjuangan para pebalap muda Indonesia masih akan berlanjut sampai seri terakhir di Malaysia dua minggu mendatang. AHM berharap mereka mampu mengikuti jejak pebalap idolanya, Marc Marquez yang baru saja mengunci gelar juara MotoGP musim 2016 di Motegi.

“Kami berterima kasih pada pebalap AHRT yang telah bekerja keras. Kami harap hasil ini mampu menjadi motivasi dan modal untuk menjuarai balap ATC di seri terakhir. AHM melalui AHRT akan selalu mendukung kerja keras mereka. Kami bertekad membawa generasi muda bangsa menjadi pebalap yang mampu membawa kebanggaan bagi Indonesia. Seperti layaknya Marc Marquez yang berhasil menjuarai MotoGP tahun ini,” tutup Indraputra.

Terima kasih sudah membaca postingan artikel saya, tinggalkan komentar anda berkaitan dengan postingan ini