wp-1477328959838.jpg

Instruktur Safety Riding AHM Raih Gelar Juara di Jepang


Jakarta – Instruktur safety riding binaan PT Astra Honda Motor (AHM) Dimas Satria Kelana Putra berhasil meraih gelar terbaik kedua pada ajang “The 17th Safety Japan Instructor Competition” di Jepang. Prestasi ini semakin mengukuhkan kompetensi para instruktur keselamatan berkendara Honda di Indonesia sekaligus memberikan kebanggaan bagi bangsa untuk meningkatkan upaya edukasi keselamatan berkendara.

 

Pada ajang kompetisi safety ridinginternasional ini, AHM mengutus 3 instruktur terbaik yang merupakan hasil seleksi antar instruktur safety riding Honda di Tanah Air. Dimas Satria Kelana Putra yang bertanding di kelas 125cc berhasil menuntaskan kompetisi dengan meraih posisi ke 2. Dua instruktur lainnya yaitu I Gusti Agung Budi Dharma yang tampil di kelas 400cc serta M Adi Sucipto di kelas 750 cc berhasil mengisi menempati posisi 5 terbaik.

 

“Saya bersyukur latihan yang saya lakukan membuahkan hasil positif di kompetisi international ini. Prestasi ini menambah semangat dan keyakinan saya untuk bisa lebih maksimal dalam berbagi ilmu dan keterampilan yang saya dapatkan selama mengikuti kompetisi ini, kepada masyarakat Indonesiadi Tanah Air,” ujar Dimas setelah menerima penghargaan pada acara puncak The 17th Safety Japan Instructor Competition” di Suzuka, Jepang.

 

Kompetisi “The 17th Safety Japan Instructor Competition” berlangsung pada 20-21 Oktober di Suzuka Circuit Traffic Education Center, Jepang. Ajang ini diikuti oleh 30 peserta dari 9 negara yaitu Australia, India, Indonesia, Malaysia, Singapura, Taiwan, Thailand, Turki, dan Vietnam. Untuk menggambarkan kemampuan dan keterampilan menggunakan motor sehari-hari, dalam kompetisi ini setiap sesi peserta diwajibkan memeriksa terlebih dahulu setiap detail sepeda motor yang dipergunakan sebelum mengikuti lomba dan memakai perlengkapan berkendara yang lengkap. Sepanjang kompetisi berlangsung, peserta juga dituntut untuk selalu dapat menunjukan dan mempertahankan posisi berkendara yang ideal.

 

Hari pertama kompetisi para peserta dihadapkan dengan ujian teknik pengereman atau braking. Pada sesi tersebut, peserta harus mampu mengendalikan motor pada kecepatan tertentu dan melakukan pengereman dan berhenti sesuai jarak yang telah ditentukan tanpa membuat roda terkunci dan tanpa engine brake. Setelah itu dilanjutkan dengan slalom course. Peserta dituntut dapat menguasai dengan cepat lintasan khusus yang baru mereka ketahui saat hari kompetisi berlangsung.  Selain itu, mereka juga tidak dibolehkan menyentuh pembatas jalur, cone dan memijakan kaki saat bermanuver. Tes selanjutnya adalah tes tertulis tentang penguasaan materi keselamatan berkendara. Hari Kedua kompetisi setiap peserta melakukan uji keseimbangan dalam berkendara ataunarrow plank. Peserta diwajibkan melintasi papan titian dengan kecepatan tertentu tanpa berhenti atau menurunkan kaki.

 

“Setiap tahun instruktur safety riding yang kami kirim ke kompetisi selalu berhasil meraih prestasi di ajang kompetisi safety riding antar instruktur dari berbagai negara ini. Mereka ini akan berada di garda terdepan dalam melatih dan mengedukasi masyarakat dalam hal keselamatan berkendara. Kami harap konsistensi ini dapat kami pertahankan untuk menjaga prinsip Satu Hati Selamat di Jalan sehingga budaya keselamatan berkendara dapat terus berkembang di negeri inir,” ujar GM Marketing Planning and Analysis AHM A. Indraputra.

Terima kasih sudah membaca postingan artikel saya, tinggalkan komentar anda berkaitan dengan postingan ini