Kenali Gejala DBD Orang Dewasa

Istilah DBD atau Demam Berdarah Dengue adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue, yang dibawa oleh nyamuk. Demam Berdarah Dengue ini bisa menyerang siapa saja. Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun bisa terserang penyakit mematikan ini. Gejala DBD tak banyak disadari oleh sebagian orang. Sehingga kita bisa kenali DBD ini lebih lanjut yuk!

Beberapa gejala DBD yang muncul, kadang mirip dengan gejala penyakit lain. Banyak kasus DBD yang terlambat dideteksi. Gejala DBD biasanya dimulai pada sekitar empat sampai sepuluh hari setelah pasien tergigit nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Pada anak-anak yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi, gejala yang dialami dapat lebih parah dibanding dengan orang dewasa.

DBD tak boleh diabaikan begitu saja. Penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus ini adalah penyakit menular yang banyak terlambat dideteksi. Baik penderita maupun keluarga perlu mengetahui perbedaan gejala demam berdarah dengue yang muncul dengan gejala penyakit lain.

Adapun gejala DBD yang perlu diperhatikan diantaranya adalah:

Demam Yang Tinggi

Demam bisa terjadi pada beberapa penyakit. Banyak orang mengira, demam hanya terjadi pada salah satunya, namun tidak menyadari jika gejala dbd ini terjadi. Demam yang dialami oleh penderita DBD ini bisa mencapai suhu 40 derajat celcius saat terjadi.

Nyeri Otot

Pada sebagian penderita DBD, pasca mengalami demam yang tinggi secara mendadak, penderita juga biasanya mengalami nyeri otot pada bagian otot dan sendi. Nyeri otot bisa terjadi bersamaan dengan gejala lainnya yang sedang dialami penderita.

Sakit Kepala Parah Disertai Sakit pada Bagian Belakang Mata

Penderita yang terkena DBD, gejala awal akan mengalami sakit kepala parah yang disertai sakit pada bagian belakang mata. Tak hanya itu, rasa pusing pun juga kadang menyertai.

Kelelahan

Gejala DBD yang biasanya juga dialami oleh penderita yang baru terkena gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus adalah kelelahan. Mereka akan merasa mengalami kelelahan saat beraktifitas. Mudah lelah dan lesu tak bersemangat.

Mual dan Muntah

Penderita DBD pada awal – awal akan mengalami mual dan muntah. Gejala DBD awal ini akan diketahui pada 3-4 hari pertama yang disertai dengan gejala lain. Seperti pusing, dan gangguan pencernaan yang dialami.

Nafsu Makan Menurun

Orang yang terjangkit gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus biasanya mengalami nafsu makan yang menurun. Susah mencerna, dan tidak punya nafsu makan seperti biasanya. Ini ditimbulkan karena adanya beberapa gejala lain yang menyertai. Dan terkadang susah konsentrasi.

Pencegahan Demam Berdarah

Agar terhindar dari penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD. Ada beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah demam berdarah dengue menjangkit, antara lain:

  • Lakukan pencegahan dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar, termasuk rumah, dan juga sekitar lingkungan.
  • Lakukan dua kali pengasapan insektisida atau fogging dengan jarak 1 minggu pada sarang nyamuk.
  • Selalu menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, minimal satu kali satu minggu.
  • Selalu tutup rapat tempat penampungan air.
  • Bersihkan barang-barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
  • Berikan cahaya yang cukup di dalam rumah.
  • Berikan atau pasang kawat anti nyamuk di ventilasi atau angin-angin rumah.
  • Gunakan dan taburkan bubuk larvasida (abate) pada penampungan air yang sulit dikuras.
  • Jika diperlukan anda bisa memasang kelambu saat tidur.
  • Kurangi kebiasaan menggantung pakaian dirumah.
  • Hindari wilayah daerah yang rentan terjadi infeksi atau perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.
  • Gunakan krim anti nyamuk saat tidur ataupun pada malam hari jika diperlukan.

Semoga beberapa hal tadi bermanfaat agar kita terhindar dari penyakit Demam Berdarah Dengue.

Terima kasih sudah membaca artikel ini, tinggalkan komentar anda dibawah

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: